
Entah kejadian apa yang sekarang dialami kawand-kawand PUNK di tanah Lhokseumawe - Aceh, miris hati rasanya ketika melihat dan mendengar berita-berita yang membuat bulu ini berjingkrak, telinga ini tiba-tiba ingin di tulikan, mata ini ingin dibutakan, bukan karena lari dari hingar gejolak kenyataan yang ada, melainkan "TAK KUASA"
*sedikit cerita*
Awal mulanya bergabung dengan komunitas Punk adalah ketika berkawan dengan seseorang yang sudah bergabung dengan kelompok Punk dan ia yang juga membawa aliran punk di di dunia kampus, walaupun dari dulu ketika masih di SMA sudah menggemari dan bergelut dengan aroma PUNK tapi kini aku telah menjajakinya dan duduk bersandar bersama mereka.
*sedikit cerita*
Awal mulanya bergabung dengan komunitas Punk adalah ketika berkawan dengan seseorang yang sudah bergabung dengan kelompok Punk dan ia yang juga membawa aliran punk di di dunia kampus, walaupun dari dulu ketika masih di SMA sudah menggemari dan bergelut dengan aroma PUNK tapi kini aku telah menjajakinya dan duduk bersandar bersama mereka.
Ketika Jiwa Raga ini melihat komunitas Punk mengajarkan kebersamaan dan kekompakan, seperti misalnya mencari makan bersama-sama dengan apa adanya walaupun itu hanya sebatas makanan sisa dan ngamen dijalanan hanya untuk mencari duit supaya bertahan hidup dan di komunitas Punk juga di ajarkan untuk berkarya seperti meciptakan lagu-lagu yang mengkritisi pemerintahan. (bukan itu saja)
Dulunya, bahkan mungkin sampai sekarang juga saya sedikit masih beranggapan dengan beberapa jengkal manusia bahwa Punk adalah hanya fashion saja yang suka mabuk-mabukan , bersenang-senang, free seks, dan lain sebagainya. Tapi ketika PUNK ini sudah beranjak di ubun-ubun ternyata punk yang sebenarnya bukanlah seperti itu.
Apa yang membuat mereka harus ditangkap, pada saat petugas Satpol PP melakukan penangkapan terhadap komunitas punk, petugas Satpol PP tidak memberitahukan kepada mereka apa sebenarnya kesalahan yang mereka lakukan. (jangan langsung tangkap saja lah pak)
Komunitas punk yang berada di penjuru Nusantara termasuk Lhoksumawe -Aceh juga sering mengkritisi pemerintahan, melalui lagu-lagu yang mereka ciptakan sendiri, mereka nyanyikan sendiri, dan mereka populerkan sendiri. lagu-lagu yang mereka ciptakan bukan karena siapa-siapa, tapi apa yang mereke rasakan dalam kenyataan yang menjadi inspirasi lagu-lagu mereka, dari segi pemerintah yang telah mengabaikan hak-hak rakyatnya, seperti misalnya kasus kemiskinan, pengangguran, kriminalitas, korupsi yang menyebabkan lahirnya generasi-generasi yang menjajah negeri sendiri. (itu nyata kan)
Saat ini saya menyadari bahwa masyarakat sudah dibodohi oleh iming-iming dan janji palsu pemerintah, maka saat ini kami ingin menyuarakan hati rakyat melalui karya-karya kami, kami yang sering terpinggirkan, dan kami yang selalu tak teranggap.
Kenyataan yang terjadi adalah Komunitas Punk yang selalu disingkirkan dan digusur oleh aparat, apakah mereka tidak mempunyai hak untuk tinggal di Negara ini? apakah karena mereka bertindik, bertato, berambut Mohawk yang dicat warna merah dan penampilan dekil.
Apa yang membuat mereka harus ditangkap, pada saat petugas Satpol PP melakukan penangkapan terhadap komunitas punk, petugas Satpol PP tidak memberitahukan kepada mereka apa sebenarnya kesalahan yang mereka lakukan. (jangan langsung tangkap saja lah pak)
*ini cerita dari mereka*
Komunitas Punk Kota Lhokseumawe sangat menghargai proses hukum dan ketika mereka di bawa ke kantor satpol PP malah sikap anggota Satpol PP sangat arogan, mengancam dan bahkan mengajak berantam dengan salah seorang dari komunitas punk yang berada di kota itu.
Komunitas Punk Kota Lhokseumawe sangat menghargai proses hukum dan ketika mereka di bawa ke kantor satpol PP malah sikap anggota Satpol PP sangat arogan, mengancam dan bahkan mengajak berantam dengan salah seorang dari komunitas punk yang berada di kota itu.
Fidel juga menambahkan orang-orang yang berpenampilan punk bukanlah berarti dia itu punk, tapi kita harus melihat dan pelajari orang tersebut. Apakah dia itu punk atau bukan. Karena saat ini banyak anak-anak muda yang mencoba meniru penampilan punk dan mereka selalu membuat onar bahkan menjelekkan nama punk, bahwasannya mereka itu tidak tahu apa itu punk yang sebenarnya, karena Punk tidak pernah melakukan perbuatan criminal dan bahkan membuat onar dan kekacauan.
Banyak kalangan yang menganggap bahwa orang yang tergabung dalam komunitas punk adalah orang-orang yang tidak mempunyai keluarga, dan bahkan ada yang menganggap orang yang tergabung dalam komunitas punk adalah pelarian dari rumah dan mencoba untuk hidup dijalanan.
Sebenarnya Punk mampu berkarya untuk negeri ini, punk juga mengkritik segala system yang membodohi masyarakat, karena tujuan lahirnya punk adalah untuk menciptakan kebebasan tanpa adanya penindasan terhadap rakyat kecil.
sebagaian darinya punk memang ada yang berasal dari anak jalanan, anak muda yang memakai narkoba, bahkan ada anak yang bekas ngelem atau mungkin pelacur. Semuanya itu adalah pilihan hidup mereka kami hanya mampu untuk mengingatkannya saja dan memberikan saran kepada mereka untuk bisa berubah dan menjalani kehidupan yang lebih baik. Ujar Fidel
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Penampilan yang dikenakan oleh komunitas punk bukan untuk bergaya dan menarik perhatian orang, melainkan segala atribut yang dikenakan memiliki makna dan arti tertentu seperti memakai emblem, spike, boots, rantai, dll. Namun masih banyak kalangan yang memadang punk sebelah mata.
- kita semua sama, sama-sama manusia, sama-sama memiliki hak, janga diskriminasi kami dengan tak menganggap keberadaan kami, kami juga putra-putri bangsa, yang selalu mencintai bangsa, yang selalu menganggap bangsa ini bangsa yang sudah merdeka walau masih dijajah, memang kami bukan anak bangsa yang sempurna, tapi kami menginginkan sebuah kesempurnaan, bukan bagi kami, bukan bagi komunitas kami, tapi bagi bangsa kami, bangsa INDONESIA -
- kita semua sama, sama-sama manusia, sama-sama memiliki hak, janga diskriminasi kami dengan tak menganggap keberadaan kami, kami juga putra-putri bangsa, yang selalu mencintai bangsa, yang selalu menganggap bangsa ini bangsa yang sudah merdeka walau masih dijajah, memang kami bukan anak bangsa yang sempurna, tapi kami menginginkan sebuah kesempurnaan, bukan bagi kami, bukan bagi komunitas kami, tapi bagi bangsa kami, bangsa INDONESIA -



