1.10.2011

Zamrud Swara Katulistiwa

5 komentar
Ada rintik nada yang ku dengar amat asyik
Kemudian semakin nyaring ku dengar
Lengkingan ritmik
DO yang tibs-tiba singgah di depan rimah
RE membiusku dengan sapaan mesra, manja
MI sengaja berlari-lari kesana kemari mendobrak-dobrak serpihan-serpihan hati
FA melamun di ujung cinta
SO menggiringku dalam Tanya
LA berhenti mencari warna-warna raga
SI harus terjaga mesti mataku tak berbola
Aku memang harus kembali pada DO yang menjaga keterasinganku di ujung durja
Aku memang harus berlari mengejar sunyi
Bergelanyut manja pada Do_Re_Mi
Do
Re
Mi
Fa
So
La
Si
Do
Ku temukan merekadalam
Bejana cinta dunia maya..
Aku tak mengerti mengapa mereka
Begitu indah menyapaku nyata

1.09.2011

Send Back

3 komentar
kirimkan lagi sajak sajakmu
kesini kepangkuanku
sebab sajakmu semalam
yang bercerita tentang semua
sampai kini masih menyimpan
   kenang rindu dalam angan-angan asing
  kirimkan lagi sajaksajakmu
ke halaman koran negeri
yang sobek halaman depannya
kirimkan bait sajak itu
yang bercerita tentang luka
sebab sajakmu itu
aku tau akan menghantarkan gundah
mengingatkan peta negeri yang hampir sirna

maukah kau kirimkan lagi sajak itu

untuk ku............
sajak tentang senja yang bercerita langit berlumut
berterbangan dalam hati saat ini

Kertas Merah Jambu

1 komentar
Hanya aku yg bisa menerjemahkan
langkah2 kerdilku
jalan senyap yg kau lihat bersamaku
tiba2 bersembunyi
meniduri dengki
di selipan2 jengkal hati
membuat puisi2
yg kau kirim padaku
menjadi abu
menorehkan biru
menerkam semilir merdu
Yah,walaupun q tau
Sejak malam itu
Hatiq,hatimu terisi
Ruang2 batu
T’ada rona merah jambu
Ya sudahlah,biar mereka saja yg gundah
Kita lepas lelah…

DULU MASIH GAGU

3 komentar
Aku tahu ini bukan utkq
Q biarkan saja kau lurus berlari
Bersama jejak langkah kecilmu
Mencari cinta suci
Aku tahu ini biasa terjadi
Kau duduk di sana sambil memandanginya
Terus memandangnya
Mengapa aku belum melihat cinta?
Adakah R’?
Adakah ruang di sana?
Bukan untukq
Untuknya saja
Sebab hatiq tak cukup lega
berada di sana
Sebab tanya msh mengejar rasa
Sebab nada msh setia
do re mi
Msh sendiri
Fa so la
Msh menggema
Aku kan melihatmu dari sni
di perut bumi
yang tak tercapai jemari
Jangan sekali-kali
Pergi…
Jangan hindari
Aku melihatmu sekali lagi
Aku menari
Tarian awan warna-warni

Setengah Berdiri

0 komentar
Q rasa bumi masih setia pada matahari
Setia mengeli2ngi
Samapi Tuhan berkata MATI
Maybe,
Dirimu yangg dihujani sepi
Tapi,aku menari
Merasakan duri-duri
Lunak ikan tengiri
Merasakan jilat bui
Di pantai ini
Sekali lagi katakan
Pada awan
Tentang crita hujan
yang hari ini bawa sayu
Firdaus di kaki bayu
melupakan duka
cinta di sudut warna
menjaring sinar nyata
dalam ruang-ruang rasa
Kita,masih bersama suka
masih setia menghapus lara
kadang datang
berpedang
bersenjata jiwa
kita, harus kembali
membuka noktah-noktah
yang dikelilingi resah
kita, memang harus berdiri
setengah berdiri
mencari pelangi
meski mendung enggan berbagi

bersiul

0 komentar
Ad rintik yg q dgr amt asyik
Dan smkin nyaringq dgr lengkigan ritmik
Do yg tiba tiba singgah ddpn rmh
Re membiusku dg sapaan mesra,manja
Mi sngja brlari2 k sna k mari
Mndobrak srphan2 ht
Fa mlamun d ujng cnt
So mnggringq dlm ty
La brhnti mncr wrn2 raga
Si hrs trjaga mski mtq tk brbola
Q mmg hrs kmbli pd do mnjga
ktrsingnq dpncak durja
sprtiny,q mmg hrs mngbdi pd sunyi
q mmg hrs brlari mngjr mimpi
brglanyut mnja pa do re mi
fa
so
la
si
do
q temukan mrk
bejana maya
q temukan mrk
begitu rasa

Bermanja Dengan Senja

0 komentar
Senja saat ini
enggan bermimpi
meski laskar pelangi
menari dalam fragmen-fragmen mimpi
sementara sunyi terus mengebiri sepi
adakah alamat di luar deru
yang kau seru
adakah ruang dalam gigil menggigil
mencari kata dalam makna
adakah senja kembali terluka
sedang engkau seperti biasa
masih tersenyum manja

sajak singkat

0 komentar
krmkan lg sjak2mu
k.Sni k.Pngkuanku
sbb sjakmu smlm
yg brcrita ttg cnta
smp kini  msh menympn
knang rindu dlm angan2 yg
asing
krmkn lg sjak2mu
k.Hlmn korn negri
yg sobek hlmn dpanx
krmkn bait sjak
yg brcrta ttg luka
sbb sjakmu itu
q tau akn mnghntrknn gundah
mggtkn peta ngri yg hmpir srna
maukh kau krmkn lg sjak untukq?
Sjak tntang senja yang brcrta lgt berlumut
brtrbngn dlm hti saat ini 

"HANYA" Bersama RE AKu Merangkai Nada

2 komentar
Mendung beranjak dewasa
Tapi tak jua aku
Kerdil yang menjelmaku atau
Aku menjelma jadi kerdil

Lantun harap yang selalu ku sembahkan
Berbuah guratan pilu
Syair ouja yang ku sabdakan
Berbutir luka yang menganga
Dalam jiwa raga

Tapi......
Senandung.....
Do..
Re..
Mi..
Yang kau dendangkan
Kan ku ingat sebagai pendamping pelamin
Ia yang bertahta tanpa aba
Ia yang telah ada pada sabitku kemaren
Dan ia yang telah menjadi gadis anginku

Heh.....
Senyum manja ini mengalir dalam urat nadi
Syair sang gagak dalam surau buatku kalut

Akankah sabda sang pandeta raja pupus dalam hela....?

Aku tak bisa berkata
Aku tak bisa merangkai puisi
Hanya desah yang ku simpan
Ku harap degub ini kan kau buka
Dan laras doremi yang kau sabdakan rembulan kemaren
Kan terpatri bersama khayalku
Membentuk PURNAMA bersama mimpi kita
Semoga….

Eksistensi Yang Selalau Dipertanyakan

11 komentar
BAYU FIRDAUS. S.Pd.
Tiba-tiba aku tergiur dengan blog, entah karena apa dan karena siapa, apakah blog merupakan cinta terakhirku, bukan cinta terakhirku bukanlah blog, atau apakah blog dapat menghasilkan rupiah yang melimpah, mungkin….


Ya… saya akan mulai mejadi blogging sekarang, jadi, bantuan berupa materi, uang, dana, dan rupiah sangat saya butuhkan untuk membeli leptop, membeli modem, membeli pulsa dan lain sebagainya, sgar saya dapat nge blog tiap hari… dengan begini kan blogging dapat mengahasilkan uang…
Apakah kalian tau siapa aku yang sebenarnya, dari foto yang terpampang diatas sudah sangat jelas dan gamblang, kalau aku merupakan pribadi yang ganteng dan cool serta keren dan gaoool abiesz, dapi penampilan yang sangat kereeen sudah tidak bisa dipungkiri lagi kalo aku tuh orangnya supel, baik hati, ramah, suka menabung dan suka menolong, ya itulah aku.
Terkadang kurasakan aneh, Ada nafas yang menembus sela sela jari, dan melewati seluk seluk rongga, aku teringat hidup yang ku rasa mengadiliku dalam setiap detik-detik dan alunan air mata yang kan bersaksi di pengadilan.. mungkin dari sisni akan ku mulai nge blog hingga rasa ini terpuaskan.
Sebuah nama BAYU FIRDAUS.
Berasal dari keluarga yang amat peduli hari akhir membuatku gelagapan dengan hari hariku, dari sekolah dasar agama, agama, negeri, hingga saat ini di bangku birokrasi yang bertopeng busuk negara. Aku bertekat menjadi jiwa jiwa bertanah air satu bak sumpah pemuda lalu. Saat mata mata dan telinga ini mulai kosong akan ayat-ayat Mu, raga ini semakin tak bisa bertahan dalam ke fana an dunia.
Matur kasih...
Allah SWT sing mbau rekso ning jagad raya, Muhammad SAW pengibar panji panji suci, bapak terkasih, ibu tercinta, kakak yang sangat ku banggakan, adik yang sangat kuharapkan (U one), sahabat pojok Family.
Berkomunitas mereka yang mengerti tentang seni, tapi aku sendiri kekeringan dengan seni, mencoba bertahan bersama AIR yang senantiasa mengalir-mengaliri aliran kehidupan. Matur  thanks dhulur dhulur.
Berkawan dengan kawan kawan organisasi amar ma’ruf nahi munkar yang mencoba mengepakkan sayap sang surya. Berteman dalam Ikatan yang selalu ingin menegakkan suatu hal sakral yang kan ku bawa ko’it.
Hingga kini aku memiliki atap dalam keluarga rantau ku dan sekarang Kalian yang menjadikan aku kaku, ku mohon temani langkah bisuku, tegakkan kerapuanku, ajari aku dewasa dan faham akan semua, walau juga belum semua, yang akan kubahas dikemudian halaman.
Di akhir cerita, aku menemukkan separuh birahiku, yang akan kujaga sampai raga ini tak merasakan dinginnya salju, panasnya terik. I Love U reeva......
Dan saat di bulan yang sangat purnama aku mendapat dekapan angin yang selalu bersua dalam laras laras ku… inilah syair yang dipersembahkannya untukku

Lelaki datang atas nama angin
Diam diam menyentuh raga yang lama kujaga dalam tidur abadiku
Lelaki yang selalu meraba dalam hening
Menyentuh dengan angin
Membawaku terbang juga dengan angin
Hemmmmm….. teringat awal purnama dulu
Hanya dengan sapa aku teretas terbata dalam pesan-pesan singkat
Kita pun dekat dalam sekejap
Dari jabat tangan hingga kegelisahan
Perlahan tetapi pasti
Endapan rasa itu telah membentuk gugusan bintang warna warni
Heeeh, perjalanan yang sederhana tapi menyenangkan
Terkadang aku merasa sesal
Kenapa itik buruk rupa sepertiku berdampingan
dengan elang yang terbang gagah diangkasa sepertimu
Oooh….sungguh kau selalu sempurna di pelupuk mataku
Kau yang selalu berjalan tanpa kesombongan
Berbicara dengan suara nirwana
Bisikanmu membuat amarahku tertidur pulas
Kau tak pernah tau bagaimana rasanya berlari dari siluetmu yang terus menghantui
Berlari dan terus lari
Namun lagi-lagi senyummu yang kutemui
Rembulan yang dulu kau janjikan akan membuat purnama
T.B.C

MAKASIH RIPHA….
MAKSIH SEMUA….