Mendung
beranjak dewasa
Tapi tak jua
aku
Kerdil yang
menjelmaku atau
Aku menjelma
jadi kerdil
Lantun harap
yang selalu ku sembahkan
Berbuah
guratan pilu
Syair ouja
yang ku sabdakan
Berbutir
luka yang menganga
Dalam jiwa
raga
Tapi......
Senandung.....
Do..
Re..
Mi..
Yang kau
dendangkan
Kan ku ingat
sebagai pendamping pelamin
Ia yang
bertahta tanpa aba
Ia yang
telah ada pada sabitku kemaren
Dan ia yang
telah menjadi gadis anginku
Heh.....
Senyum manja
ini mengalir dalam urat nadi
Syair sang
gagak dalam surau buatku kalut
Akankah
sabda sang pandeta raja pupus dalam hela....?
Aku tak bisa
berkata
Aku tak bisa
merangkai puisi
Hanya desah
yang ku simpan
Ku harap
degub ini kan kau buka
Dan laras
doremi yang kau sabdakan rembulan kemaren
Kan terpatri
bersama khayalku
Membentuk
PURNAMA bersama mimpi kita
Semoga….








2 komentar:
ut. . .
ripha
Posting Komentar