1.09.2011

"HANYA" Bersama RE AKu Merangkai Nada

Mendung beranjak dewasa
Tapi tak jua aku
Kerdil yang menjelmaku atau
Aku menjelma jadi kerdil

Lantun harap yang selalu ku sembahkan
Berbuah guratan pilu
Syair ouja yang ku sabdakan
Berbutir luka yang menganga
Dalam jiwa raga

Tapi......
Senandung.....
Do..
Re..
Mi..
Yang kau dendangkan
Kan ku ingat sebagai pendamping pelamin
Ia yang bertahta tanpa aba
Ia yang telah ada pada sabitku kemaren
Dan ia yang telah menjadi gadis anginku

Heh.....
Senyum manja ini mengalir dalam urat nadi
Syair sang gagak dalam surau buatku kalut

Akankah sabda sang pandeta raja pupus dalam hela....?

Aku tak bisa berkata
Aku tak bisa merangkai puisi
Hanya desah yang ku simpan
Ku harap degub ini kan kau buka
Dan laras doremi yang kau sabdakan rembulan kemaren
Kan terpatri bersama khayalku
Membentuk PURNAMA bersama mimpi kita
Semoga….

2 komentar:

pemimpi dinihari mengatakan...

ut. . .

Unknown mengatakan...

ripha

Posting Komentar