Ternyata dunia telah menjawab semua tanyaku
Waktu sudah memutar ceritaku
Tentang apa arti ku, apa artinya nya, apa arti dia, dan apa arti mereka
Tentang apa yang kan ku tanya, mengapa, karena apa, oleh apa, dan untuk apa
Semenjak senyuman itu menjelma dalam jerat-jerat jepit rambutku
Genggam itu menyentuh molekul-molekul liurku
Alam raya sudah bukan menjadi milikku secara utuh
Semua kan kubagi dua dengannya
Bahkan, alas tidur pun akan harus berbagi
Sampai sepasang kaos kaki kalau memang aku harus berbagi juga akan kubagi
Kunamai nia dengan “NADA”
Bukan sekedar tangga tangga nada yang bila dimainkan dengan not-not saja
Bukan pula sekedar bersiul, menggenjreng gital atau menabuh gendang
Melainkan hadirnmu di tengah-tengah noktah yang sangat luar bisa
Rabun ku kini berjatuh lagi
Semakin redup, kadang juga kembali binar
Maha nada “FA” yang kupuja
Bukan DO, atau pula sampai DO lagi
Bukan...
Terlalu rumit..
Tapi hanya “FA’
Dan “FA”








2 komentar:
ya ya ya. . . .
FA. . . . .
dungareen kon sepakat....
Posting Komentar