10.17.2011

Sejarah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM)

IMM UNESA SURABAYA
Sejarah Berdirinya Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah IkatanMahasiswa Muhammadiyah merupakan bagian dari AMM (Angkatan Muda Muhammadiyah)yang merupakan organisasi otonom dibawah Muhammadiyah. Sesungguhnya ada dua faktor integral yang melandasikalahiran, yaitu faktor intem dan fakor ekstem. Faktor Intem Dimaksudkan yaitufaktor yang terdapat didalam Diri Muhammadiyah itu sendiri, sedangkan fakorekstern adalah faktor yang berawal dari luar Muhammadiyah, khususnya umatIslami Indonesia dan pada umumnya adalah seluruh umat dunia. Faktor intern, sebenarnya lebih dominan dalam bentukmotivasi idealismse, yaitu motif untuk mengembangkan ideologi Muhammadiyah,yaitu faham dan cita cita Muhammadiyah bahwa Muhammadiyah pada hakekatnyaadalah sebuah wadah oraganisasi yang punya cita-cita atau tujuan yaknimenegakkan dan menjunjung tinggi agama islam , sehingga terwujud masyarakatUtama, adil dan makmur yang diridloi oleh Allah SWT.
Hal ini termaktub dalam AD Muhammadiyah Bab II pasal 3. dandalam merefleksikan cita-citanya ini, Muhammadiyah mau tidak mau harusbersinggungan dengan masyarakat bawah (jelata) atau masyarakat heterogen. Adamasyarakat petani, pedagang, peternakan dan masyarakat padat karya dan adamasyarakat administratif dan lain sebagainya yang juga termasuk didalamnyamasyarakat kampus atau intelektual yaitu Masyarakat Mahasiswa.PersinggunganMuhammadiyah dalam maksud dan tuiuannya, terutama terhadap masyarakatmahasiswa, secara teknisnya bukan secara langsung terjun mendakwahi danmempengaruhi mahasiswa yang berarti orang-orang Mahasiswa, khususnya paramubalighnya ya langsung terjun ke mahasiswa. Tapi dalam hal ini Muhammadiyahmemakai teknis Yang jitu yaitu dengan menyediakan yang memungkinkan menarikanimo atau simpati mahasiswa untuk, memakai fasilitas Yang telah disiapkan.Padamulanya para mahasiswa yang bergabung atau yang mengikuti jejak-jejakMuhammadiyah oleh Muhammadiyah dianggapnya cukup bergabung dalam organisasiotonom yang ada dalam Muhammadiyah, seperti Pemuda Muahmmadiyah (PM) Yangdiperuntukkan pada mahasiswa dan Nasyi'atul Aisyiyah (NA) untuk mahasisiwi Yanglahir pada 27 Dzulhijjah 1349 H (NA) dan pemuda pada tanggal 25 Dzulhiijjah1350 H.
Anggapan Muhammadiyah tersebut lahir pada saat-saat Muhammadiyahbermuktamar ke-25 di Jakarta pada tahun 1936 Yang pada saat itu dihembuskanpula cita-cita besar Muhammadiyah untuk mendirikan Perguruan TinggiMuhammadiyah (PTM) dan pada saat itu pula Pimpinan Pusat (PP) Yang dipegangoleh KH. Hisyam (periode 1933-1937). Dan pada dikatakan bahwa anggapan danpemikiran mengenai perlunya menghirnpun mahasiswa Yang sehaluan denganMuhammadiyah yaitu sejak konggres ke-25 tersebut.
Namun demikian keinginan untuk menghimpun dan membinamahasiswa Muhammadiyah pada saat itu masih vakum, karena pada waktu ituMuhammadiyah masih belum memiliki Perguruan Tinggi seperti Yang diinginkannyasehingga para mahasiswa Yang berada di Perguruan Tinggi lain baik negeriataupun swasta Yang sudah ada pada waktu itu secara ideologi tetap berittiba'pada Muhammadiyah dalmn kondisi tetap mereka harus mau bergabung dengan PM, NAataupun Hizbul Wathon (HW). Pada perkembangan keberadaan mereka Yang beradadalam ketiga organisasi otonom tersebut merasa perlu adanya perkumpulan khususmahasiswa Yang secara khusus anggotanya terdiri dari mahasiswa Islam.Alternatif yang mereka pilih yaitu bergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam(HMI). bahkan ada image waktu itu yang menyatakan bahwa HMI adalah anakMuhammadiyah Yang diberi tugas khusus untuk membawa mahasiswa dalam misi danvisi yang dimiliki oleh Muhammadiyah, karena waktu itu ditubuh HMI sendiridipegang oleh tokoh-tokoh Muhammadiyah yang secara aktif mengelola HMI.
Pada waktu itu Muhammadiyah secara kelembagaan turut mengeloia HMI baik darisegi moral ataupun material, sampai belakangan ini menurut data-data Yang adadi PP Muhammadiyah menyatakan bahwa Muhammadiyah (terutama PTM dan RS Sosial)secara, materiil turut membiayai hampir setiap aktifitas HMI baik mulai daritingkat konggres sampai aktifitas sehari -hari. Disinilah sekali lagi bukan.HMIyang turut menelorkan tokoh-tokoh Muhammadiyah tapi sebaliknya bahwaMuhammadiyah yang dulu ikut aktif membesarkan HMI. Mengapa hal itu dilakukanâ?¦.? Jawabannya seperti dikemukakan diatas, yaitu bahwa HMI diharapkan akantetap konsisten dengan faham keagamaan Yang diilhami oleh Muhammadiyah. Namunpada perkermbangannya dahulu mengalami perubahan-perubahan khususnya dalamindependensi diinginkan oleh Muhammadiyah oleh Muhammadiyah lebih cenderungliberal dalam segala dalam segala aliran Yang ada dalam teologi islam bolehmewarnai tubuh HMI aliran-aliran Asy'ariyah (cenderung menghidupkan kembalisunnah-sunnah rosul), aliran syi'ah (Yang cenderung mengkultuskan syaidina Alibin Abi Tholib r.a), Mu'tazilah, nasionalisme, sekularisme, pluralisme lainnya.Sementara dalam Muhammadiyah tidaklah independensi Muhammadiyah ditekankan padaberpendapat namun masib dalam konteks wacana islam masih tetap berideologiAl-quran dan As-sunnah dalam Muhammadiyah tidak mengenal madzab-madzab yang adaseperti madzab Syafi`I, Hambali dan Maliki.
Melihat fenomena diatas, HMI yang kian melesat kealamberideologi tersebut maka dengan diplomasi nya pihak PP Muhammadiyahmengeluarkan suatu polecy atau kebijakan yaitu menyenyelamatkan kader-kaderMuhammadiyah yang masih berada dijenjang pendidikan menengah atau PendidikanTinggi. Pada tanggal 18 Nofember 1955 keinginan Muhammadiyah untuk mendirikanPTM ini PP Muhammadiyah melalui struktur kepemimpinannya membentuk departemenpelajar dan mahasiswa yang menampung aspirasi aktif dari para pelajar danmahasiswa.
Maka pada saat Muktamar Pemuda Muhammadiyah pertama di Palembang tahun 1956didalam keputusannya menetapkan langkah kedepan Pemuda Muhammadiyah tahun1956-1959 dan dalam langkah ini ditetapkan pula usaha untuk menghimpun pelajardan mahasiswa Muhammadiyah agar kelak menjadi pemuda Muhammadiyah atau wargaMuhammadiyah yang mampu mengemban amanah.Untuk lebih merealisasikan usaha PPPemuda Muhammadiyah tersebut maka lewat KOPMA (Konferensi Pimpinan DaerahMuhammadiyah) se-Indonesia pada tanggal 5 Shafar 1381/18 Juli 1962 diSurakarta, memutuskan untuk mendirikan IPM (Ikatan Pelajar Muhammadiyah). PPPemuda Muhammadiyah pada saat KONPIDA ini masih belum berhasil melahirkanorganisasi khusus Mahasiswa Muhammadiyah. Pada saat itu nasib boleh duduk dalamkepengurusan IPM.
Sehubungan dengan semakin berkembangnya PTM yang dirintis oleh Fakultas HukumDan Filsafat di Padang Panjang yang berdiri pada tanggal 18 Nofember 1955 namunkarena peristiwa pemberontakan PRRI kedua fakultas tersebut vakum, kemudianberdiri di Jakarta PT Pendidikan guru yang kemudian berganti nama menjadi IKIP.Pada tahun 1958 dirintis fakultas serupa disurakarta, di Yogyakarta berdiriakademi Tabligh Muhammadiyah dan di Jakarta berdiri pula FIS (Fakultas IlmuSosial) yang sekarang UMJ.
Karena semakin berkembangnya PTM-PTM yang sudah ada makapada tahun 1960-an ide-ide untuk menangani khusus mahasiswa Muhammadiyahsemakin kuat. PP Pemuda Muhammadiyah yang oleh PP Muhammadiyah danMuktamar ke-I di Palembang (1956) dibebani tugas untuk menampung aspirasi aktifpara Mahasiswa Muhammadiyah, segera membentuk Study Group yang khusus Mahasiswayang berasal dari Malang, Yogyakarta, Bandung, Surabaya, Padang, Ujung Pandangdan Jakarta. Menjelang Muktamar Muhammadiyah setengah abad di Jakarta tahun1962 mengadakan kongres Mhasiswa Muhammadiyah di Yogyakarta dan dari kongresini semakin santer upaya para tokoh Pemuda untuk melepaskan DepartemenKemahasiswaan untuk berdiri sendiri. Pada 15 Desember 1963 mulai diadakanpejajagan dengan didirikannya Dakwah mahasiswa yang dikoordinir oleh : Ir.Margono, Dr. Sudibjo Markoes dan Drs. Rosyad Saleh. Ide pembentukan ini berasaldari Drs. Moh. Djazman yang waktu itu sebagai Sekretaris PP Pemuda Muhammadiyah.Dan sementara itu desakan agar segera membentuk organisasi khusus mahasiswadari berbagai kota seperti Jakarta dengan Nurwijo Sarjono MZ. Suherman, M.yasin, Sutrisno Muhdam, PP Pemuda Muhammadiyah dll-nya.
Akhirnya dengan restu PP Muhammadiyah waktu itu diketuaioleh H.A. Badawi, dengan penuh bijaksana dan kearifan mendirikan organisasiyang khusus untuk Mahasiswa Muhammadiyah yang diketuai oleh Drs. Moh. Djazmansebagai koordinator dengan anggota M. Husni Thamrin, A. Rosyad Saleh, SoedibjoMarkoes, Moh. Arief dll.
Jadi Pendiri Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah dan pencetus namaIMM adalah Drs. Moh. Djazman Al-kindi yang juga merupakan koordinator dansekaligus ketua pertama. Muktamar IMM yang pertama pada 1-5 Mei 1965 di kotaBarat, Solo dengan menghasilkan deklarasi yang dibawah ini. IMM adalah gerakanMahasiswa Islam. Kepribadian Muhammadiyah adalah Landasan perjuangan IMM FungsiIMM adalah sebagai eksponen mahasiswa dalam Muhammadiyah (sebagai stabilisatordan dinamisator).
Ilmu adalah amaliah dan amal adalah Ilmiah IMM.IMM adalahorganisasi yang syah-mengindahkan segala hukum, undang-undang, peraturan danfalsafah negara yang berlaku.Amal IMM dilakukan dan dibaktikan untukkepentingan agama, nusa dan bangsa.Selanjutnya yang juga termasuk faktor intemdalam melahirkan IMM adanya motivasi atis dikalangan keluarga Muhammadiyah.Dalam upaya mewujudkan maksud dan tujuan Muhammadiyah baik yang berada distruktural ataupun diluar dan simpatisan, baik yang berekonomi atas, menengahataupun bawah harus dapat memahami dan mengetahui Muhammadiyah secara generalataupun secara spesifik sehingga tidak muncul kader-kader Muhammadiyah yangradikal (berwawasan sempit). Penegasan motivasi etis ini sebenarnya merupakaninterpretasi (pemahaman) dari firman Allah SWT. dalam QS. Al-Imran:104 dandiharapkan kader-kader Muhammadiyah yang khusunya IMM dapat merealisaasikanmotivasi etis diantaranya dengan melakukan dakwah amar ma`ruf nahi munkar,Fastabiqul Khoirot (berlomba-lomba dalam kebajikan & demi kebaikan). Faktor Ekstern, yaitu sebagaimana Yang tersebut diatas baikYang terjadi ditubuh umat Islam sendiri ataupun yang terjadi didalam sejarahpergolakan bangsa Indonesia. Yang terjadi dimasyarakat Indonesia pada zamandahulu hingga sekarang adalah sama saja, yaitu kebanyakan mereka masihmengutamakan budaya nenek moyang yang mencerminkan aktifitas sekritistik danbahkan anemistik yang bertolak belakang dengan ajaran Islam murni khususnya dantidak lagi sesuai dengan Perkembangan zaman. Hal semacam ini memunculkan signitifitasi(bias) yang begitu besar, utamanya pada kalangan mahasiswa Yang memilikikebebasan akademik dan Seharusnya memiliki pola pikir yang jauh, namun karenadampak budaya masyarakat yang demikian membumi, mereka akan menjadi jumud danmengalami kemunduran.
Pergolakan OKP (Organisasi Kemasyarakatan Pemuda) atauOrganisasi Mahasiswa periode 50 sampai 65-'an terlihat menemui jalan buntuuntuk mempertahankan indpendensi mereka dan partisipasi aktif dalam pascaProklamasi (era kemerdekaan) RI. hal ini terlihat sejak pasca KonggresMahasiswa Indonesia pada 8 Juli 1947 di Malang Jawa Timur, yang terdiri dariHMI, PMKRI, PMU, PMY, PMJ, PMKH, MMM, SMI, yang kemudian berfusi (bergabung)menjadi PPMI (Perserikatan Perhimpunan-perhimpunan Mahasiswa Indonesia). PPMI padamulanya tampak kompak dalam menggalang persatuan dan kesatuan diantaramahasiswa, namun sejak PPMI menerima anggota baru pada tahun 1958 yaitu CGMIyang berkiblat dan merupakan anak komunis akhirnya PPMI mengalami keretakanyang membawa kehancuran. PPMI secara resmi membubarkan diri pada Oktober 1965.
Sebenamya PPMI sebelum membubarkan diri, sekitar tahun1964-1965 masing-masing organisasi yang berfusi dalam PPMI itu salingberkompetisi dan sok revolosioner untuk merebut pengaruh para penguasa waktuitu, termasuk juga Bung Karno Yang tak luput dari incaran mereka. Hal inidiakibatkan karena masuknya CGMI kedalam PPMI yang seakan mendapatkanlegitimasi dari pihak penguasa waktu itu sehingga CGMI (PKI) terlihat besar.HMI pun saat itu juga merevolosionerkan diri menjadi sasaran CGMI (PKI),sehingga HMI hampir rapuh akibat ulahnya sendiri, karena pada saat itu PKImerupakan partai terbesar dan pendukungnya selalu meneriakkan supaya HMIdibubarkan. HMI melihat kondisinya yang rawan tidak tinggal diam, dengan segalaupaya untuk mengembangkan sayap dan memperkokohnya, HMI kembali berusahamendapatkan legitimasi kesana-kemari untuk menangkal serangan dari PKI yangberusaha membubarkannya.
Pada saat HMI semakin terdesak itulah IMM lahir, yaitu pada tanggal 14 Maret1964. Inilah sebabnya, ada setereo tape atau persepsi yang muncul ke permukaanbahwa IMM lahir sebagai penampung anggota-anggota HMI manakala HMI dibubarkanoleh PKI maka IMM tidak perlu lahir. Namun persepsi yang terputar itu tidakrasional dan kurang cerdas dalam menginterprestasi fakta dan datasejarah.Interprestasi Yang benar dan rasional sesuai dengan data dan faktasejarah adalah IMM salah satu faktor historisnya adalah untuk membantueksistensi HMI agar tidak mempan atas usaha-usaha yang akan membubarkannya.Sekali lagi bahwa kelahiran IMM untuk membantu dan turut Serta mempertahankanHMI dari usaha- usaha komunis yaitu PKI Yang akan membubarkannya dan sesuaidengan sifat IMM itu sendiri yang akan selalu bekerjasama dan saling membantudengan saudaranya (saudaranya seaqidah Islam) dalam upaya beramar ma'ruf nahimungkar Yang merupakan prinsip perjuangan IMM.Itulah sekilas kelahiran IMM yangsampai sekarangpun masih ada oknum-oknum yang mempersoalkannya (walaupun sudahterbit buku Yang menangkal isu tersebut dengan judul 'Kelahiran YangDipersoalkan oleh Farid Fatoni). Dan sekarang kita telah tahu bahwa IMM lahirmemang merupakan suatu kebutuhan Muhammadiyah dalam mengembangkan sayapdakwahnya dan sekaligus merupakan suatu aset bangsa untuk berpartisipasi aktifdalam kemerdekaan ini.Karena IMM merupakan suatu kebutuhan intern dan eksternitu pulalah, maka tokoh-tokoh PP Pemuda Muhammadiyah yang berawal dari HMIkembali keIMM sebagai anak atau ortom Muhammadiyah. Mereka yang dulu turutmengembangkan HMI disebabkan karena IMM belum lahir dan keterlibatan merekadalam tubuh HMI hanya sebatas mengembangkan ldeologi Muhammadiayah. Dan sampaisekarangpun HMI masih dimasuki oleh kalangan mahasiswa dari berbagai unsurormas Islam, yang pada akhimya berbeda dengan orientasi Muhammadiyah. Mungkin,untuk menangkal klaim seperti tersebut PP Pemuda Muhammadiyah diatas, adalahbahwa Para aktifis akan berdirinya IMM & NA Yang berusaha mengusahakanberdirinya IMM tidak terlibat dalam aktifitas HMI secara langsung maupun tidaklangsung. Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah benar-benar murni didirikan olehPimpinan Pusat Muhammadiyah Yang pada waktu itu diketuai oleh Bapak H.A.Badawi.




0 komentar:

Posting Komentar